LaGiPusHinGWitH ----- IT

About This Site

Teknologi Informasi sangatlah penting untuk menunjang kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia pada khususnya. Dan ini semua haruslah ditunjang dengan kemampuan yang sepadan dengan kemajuan teknologi itu sendiri, terlebih untuk para praktisi IT itu sendiri. Akhir kata "Selamat berkarya" untuk kita semua. koy^k^guy^ - Owner

Navigation

Home |

Search


Advanced Search

Calendar

December 2007
S M T W T F S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Categories

Monthly Archives

Most recent entries

Syndicate

Site Statistics

This page has been viewed 256152 times
Page rendered in 0.2840 seconds
37 queries executed
Debug mode is on
Total Entries: 61
Total Comments: 17
Total Trackbacks: 42607
Most Recent Entry: 09/28/2010 09:19 pm
Most Recent Comment on: 09/28/2010 09:51 pm
Total Members: 1
Total Logged in members: 0
Total guests: 5
Total anonymous users: 0
Most Recent Visitor on: 02/06/2012 02:54 am
The most visitors ever was 269 on 05/28/2011 03:07 pm

Referrers

Site Credits

Powered by:
ExpressionEngine

Design by:
BlogMoxie

Tuesday, December 18, 2007
Secure Root From Remote

secureRoot.txt

Dear All...ini ada tips singkat untuk membuat account root kita lebih secure dengan hanya mengijinkan user-user tertentu yang dapat mengakses root

-- langkah2 untuk membuat server unix/linux lebih secure
-- Melarang user untuk dapat langsung mengakses root dari remote

Langkah-langkah
1. edit /etc/ssh/sshd_config
# vi /etc/ssh/sshd_config
buka remark pada #PermitRootLogin yes
rubah menjadi PermitRootLogin no
tambahkan AllowUsers gugun pada baris terakhir dari file sshd_conf
2. restart
# service sshd restart
3. Buat account gugun
# useradd gugun -g wheel -d /home/gugun/ -s /bin/bash -m

notes : untuk menambah account tambahkan user pada baris AllowUsers gugun -->> AllowUsers gugun khalish.
lalu buat account untuk user khalish ( langkah 3 )

-- Testing at RHELAS3 by gugun gunawan

Posted by roninmorgue on 12/18 at 05:04 PM
Computer SecurityComputer Unix • (0) Comments • (1826) TrackbacksPermalink
Tuesday, December 11, 2007
Surat Untuk Cintaku

Oleh : Muhammad Baiquni
http://www.dudung.net

Teruntuk cintaku......
Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu… aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.
Wassalam

Posted by roninmorgue on 12/11 at 12:39 AM
Computer Diary • (1) Comments • (212) TrackbacksPermalink
Sunday, December 09, 2007
Checking User Lock

userLock.txt

Seringkali dalam menangani sebuah server database, seorang DBA mengalami/mendapatkan server-nya
crash/hang. Ini pula yang terkadang saya alami, ada laporan dari department lain bahwa database tidak
dapat diakses untuk input data maupun melihat data (database hanya diam tidak menunjukkan reaksi apapun juga).

Dan ini merupakan tanggung jawab seorang DBA untuk melakukan analisa serta mencari tahu apa permasalahannya.
Singkat cerita, saya langsung melakukan pemeriksaan dan berdasarkan pengalaman biasanya yang menyebabkan
hal ini adalah masalah di size, SGA memori, Object Lock, User Lock, dll.

Dari semua kemungkinan tersebut didapatkan bahwa permasalahan disebabkan oleh User Lock, maksudnya disini
ada user-user yang menggunakan resource pada database tetapi proses dari user tersebut terkunci oleh database
dan hal ini akan membuat database menjadi crash.

Technical Review :

1. Seperti biasa jalankan SQlplus dan login ke database dengan role DBA
2. Lihat field-field yang ada pada tabel sistem dba_locks

SQL> desc dba_locks;
Name Null?  Type
----------------------------------------- -------- ----------------------------
SESSION_ID NUMBER
LOCK_TYPE VARCHAR2(26)
MODE_HELD VARCHAR2(40)
MODE_REQUESTED VARCHAR2(40)
LOCK_ID1 VARCHAR2(40)
LOCK_ID2 VARCHAR2(40)
LAST_CONVERT NUMBER
BLOCKING_OTHERS VARCHAR2(40)

3. Lihat session-session pada database yang memiliki kemungkinan terkunci

SQL> select * from dba_locks where mode_held = ‘Exclusive’;

SESSION_ID LOCK_TYPE MODE_HELD MODE_REQUESTED LOCK_ID1 LOCK_ID2 LAST_CONVERT BLOCKING_OTHERS

3 Redo Thread Exclusive None 1 0 38934 Not Blocking
9 Transaction Exclusive None 196645 3730106 6714 Not Blocking
13 Transaction Exclusive None 1703965 3655 0 Not Blocking
13 Distributed Xaction Exclusive None 66 0 0 Not Blocking
274 Transaction Exclusive None 458799 2187103 7527 Blocking
282 Transaction Exclusive None 131115 3026301 5534 Not Blocking
329 Transaction Exclusive None 589833 2876171 4621 Not Blocking
377 Transaction Exclusive None 393240 2944259 4041 Not Blocking
467 Transaction Exclusive None 983041 12005 724 Not Blocking

9 rows selected.

Terlihat ada 9 session yang memiliki kemunginan dan kita lihat pada field BLOCKING_OTHERS, session yang sudah pasti terkunci
dan kemungkinan besar penyebab permasalahan ini. Dari data yang ada terlihat bahwa session dengan ID 274 memilki type transaksi
dan status ‘BLOCKING’

4. Dari sini kita lanjutkan dengan mencari siapa pemilik session ID tersebut, Lihat field-field pada
tabel sistem v$session

SQL> desc v$session;

SQL> select * from v$session where sid = ‘274’;

SADDR SID SERIAL# AUDSID PADDR USER# USERNAME STATUS SERVER SCHEMA# SCHEMANAME OSUSER PROCESS MACHINE TERMINAL
---------------- ---------- ---------- ---------- ---------------- ---------- ------------------------------ ---------- ---------- ---------------- ---------------- -------- -----
00000003C7E8B458 274 70 4700007 00000003C7CC8E88 795 XXXXX INACTIVE DEDICATED 795 XXXXX Gugun 5916:5248 DATABASE\GUNAWAN GUNAWAN

Ok...tidak semua data pada field di perlihatkan karena terlalu banyak dan juga user saya edit, tetapi ini sudah cukup untuk mendapatkan data yang diperlukan:

Dari data ini bisa terlihat bahwa status user ini Tidak Aktif/INACTIVE.

5. Langkah terakhir adalah kita ‘membunuh’ session yang tidak diperlukan ini,
dan parameter yang diperlukan adalah SID dan SADDR.

SQL> alter system kill session ‘274,00000003C7E8B458’; --> alter system kill session ‘SID,SADDR’;

Selesai....akhirnya database dapat berjalan lagi dengan lancar.

PS : 1. Sebelum kill session kita harus yakin bahwa session tersebut sudah tidak aktif
2. Setelah proses ini berjalan lakukan analisa mengapa session ini bermasalah agar tidak terulang kembali.</pre>

Posted by roninmorgue on 12/09 at 10:56 PM
Computer DataBase • (0) Comments • (409) TrackbacksPermalink
Page 1 of 1 pages